blog stats

Aku Takut Kucing

aku phobia kucing


Aku Phobia Kucing,- Kata banyak orang kucing itu merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan, bahkan saking lucu dan menggemaskannya kucing membuat mereka mudah untuk mengakrabkan diri dengan manusia. Tapi bagiku tidak, kucing itu sama sekali tidak sama dengan deskripsi diatas, yang ada kucing itu adalah hewan yang geli, menyeramkan, menakutkan sekali bahkan.

Yupz itu benar, aku itu takut kucing atau dalam bahasa kerennya phobia kucing (ailurophobia). Kalau boleh disuruh pilih antara takut kucing atau takut harimau. Aku akan pilih harimau, karena ketakutan harimau itu adalah wajar dan naluri alamiah manusia. Sekarang coba bandingkan dengan ketakutan kucing, itu pastinya aneh dan tentunya sangat memalukan, apalagi untuk laki-laki sepertiku.

Karena hal itulah mengapa aku berusaha kuat untuk menyembunyikan ketakutan terhadap kucing hingga sampai bersumpah hal ini harus menjadi rahasia abadi yang tidak boleh diketahui oleh siapapun. Namun memang benar apa kata orang bijak, bahwa sepandai-pandainya kita menyembunyikan sesuatu pasti nantinya akan ketahuan juga.Rahasia phobia kucing yang kujaga dengan hati-hati ini terbongkar saat masa SMA, tepatnya saat kelas 1 dan pada waktu masa orientasi siswa (MOS).

SMA, tiga huruf yang menjadi dambaan setiap orang pada usia remaja, masa-masa yang penuh dengan kenangan dan keindahan romansa cinta remaja. Tapi bukan hal itulah yang membuatku senang, melainkan karena di SMA ada banyak teman-teman baru yang tentunya tidak pernah tahu rahasia terbesarku akan phobia kucing. Sayangnya semua itu harus sirna pada saat hari pertama aku menginjakkan kaki di SMA.

Pada waktu itu adalah acara makan-makan di lapangan untuk semua murid baru dengan bekal yang kami bawa dari rumah. Saat sedang asyik acara makan, tiba-tiba datang kucing ke lapangan yang entah datang darimana. Mungkin ya datang karena mencium bau makanan, tapi pikiranku gak sampai pada hal itu karena waktu itu saja aku sudah cukup sibuk untuk memikirkan bagaimanakah cara menutupi phobiaku.

Saat kucing semakin mendekat, instingku pun semakin memperingatkan hingga tak sadar bahwa aku berdiri tiba-tiba. Melihat tingkah yang aneh itu membuat rasa penasaran  teman-teman baruku. Mereka  mencoba bertanya ada apakah gerangan dengan diriku ini, yang bisa kujawab hanya dengan senyuman manis mengatakan tidak apa-apa sambil mataku mengawasi kucing tersebut yang akhirnya pergi menjauh.

‘Ah, aman’ bisikku dalam hati menyukuri hal ini akan berakhir dengan mudah untuk menutupi rahasia terbesarku. Tapi entah kenapa takdir seakan berkata lain ingin merubah nasibku yang baik ini. Teman baruku yang dengan muka polos seakan gak tahu apa itu dosa memanggil kucing itu kembali.

‘pus, pus, pus…’ ucap temanku itu ketika memanggil kucing. Bagi orang yang suka kucing itu mungkin suara ini merdu untuk didengarkan ditelinga. Tapi bagiku, suara panggilan itu seperti suara tiupan sangkakala maut yang dibunyikan pada akhir zaman.

Kucing mendekat akupun berdiri, kucing semakin dekat lagi membuat keringat dinginku semakin banyak. Hingga akhirnya jarak tinggal 1 meter membuatku tak kuasa berteriak  lari tak karuan. Sejak saat itulah temanku sadar ternyata aku takut kucing dan membuat mereka selalu menggodaku dengan kucing selama tiga tahun masa SMA.

Bisa kalian bayangkan bukan betapa kehidupanku berubah hanya karena hal sepele seperti ketakutan terhadap kucing. Padahal dulu masa kecilku tidak ada namaya takut kucing, tapi semuanya berubah hanya karena hal itu, yah hal itu. Sampai sekarangpun aku masih mengingatnya dengan baik dan jelas semua penyebab mimpi buruk yang harus kuterima dalam hidupku.

Semuanya Bermula Dari Hal Itu next