blog stats

Aku Takut Kucing

Semuanya Bermula Dari Hal Itu

 


Kalian semua pasti punya pertanyaan, sebenarnya apa sich yang menyebabkan aku sampai takut kepada kucing. Padahal kucing itu adalah hewan yang lucu dan menggemaskan. Baiklah akan ku ceritakan kepada kalian awal mula sebab terjadinya terjadinya phobia kucing (Ailurophobia) pada diriku ini. Padahal sebelum kejadian tersebut, anggapanku terhadap kucing adalah hal yang biasa saja tanpa embel-embel menakutkan.

Semuanya bermula dari hal itu, yaitu waktu ketika aku masih berusia 5 tahun. Saat itu sedang siang hari, waktu paling pas untuk tidur siangku. Disamping tempat tidur ternyata terdapat kucing yang sedang bersantai dan sepertinya ingin tidur juga. Anggapanku ya tidak apa-apalah ditemani kucing waktu tidur, toh mereka hewan yang tidak membahayakan.

Tapi anggapanku ternyata salah, karena yang terjadi berikutnya serangan kucing kepadaku dengan cakar-cakarnya yang tajam hingga membuatku bangun dengan teriakan. Serangan kucing itu ternyata penyebab dari tidurku yang minindih kucing, ya memang kuakui aku tidak bisa tidur dengan tenang dan posisinya suka berubah-ubah. Tapi apa karena hal itu sampai harus membuat kucing berbuat seperti itu.

Kejadian itu mengawali rasa takutku terhadap kucing, tapi ya gak sampai ke rasa takut yang berlebihan. Karena waktu itu setidaknya aku masih berani berdekatan dengan kucing walaupun tidak berani menyentuhnya. Jika kalian berpikir hanya karena hal itu saja bisa membuat phobia kucing yang parah, maka kalian salah. Karena masih ada satu lagi trauma yang kualami terhadap kucing.

Pengalaman trauma yang kedua ini kualami secara langsung karena tidak terjadi saat posisi aku sedang tidur. Kejadian ini terjadi setahun setelah kejadian pertama, tepatnya saat aku disuruh emak untuk membeli belanjaan di warung pak somat. Waktu perjalan pulang ada dua kucing jantan dan betina yang sedang kawin.

Melihat hal tersebut, timbullah niat dalam benakku untuk membalas perbuatan yang pernah dilakukan kucing tersebut setahun yang lalu. Aku berniat untuk melemparkan batu ke kucing tersebut saat mereka sedang kawin. Aku berjalan mendekat perlahan-lahan agar kedua kucing tersebut tidak terganggu. Dalam benakku, terdengar tawaan membayangkan bagaimana nanti hasilnya.

Dua kucing itupun memulai ritual kawinnya, ku ambil krikil di tanah dan melemparnya ke mereka. ‘Yosh sukses..’ kataku dalam hati, naas reaksi kucing terlalu cepat yang menyebabkan dua-duanya menghampiriku. Akhirnya bisa kalian simpulkan sendiri karena aku terlalu malu untuk menceritakannya. Dan memang entah mengapa kalau berurusan dengan kucing hanya nasib sial yang dapat kutemui.

Dua trauma tersebut kemudian telah mengajarkanku bagaimana menakutkannya kucing yang sebenarnya, serta sejak saat itulah aku hidup dibawah-bawah bayang ketakutan phobia kucing. Bayang-bayang ketakutan ini akhirnya terus berkembang menjadi sesuatu pengalaman yang sangat tidak mengenakkan dan memalukan dalam kehidupanku.

Kalian semua pasti takkan mengira bahwa hanya karena masalah kecil phobia akan kucing dapat menyebabkan masalah ketakutan yang begitu hebat, bahkan bisa melebihi pikiran terliar manusia. Baiklah jika kalian memang masih tidak percaya, akan kuceritakan masa kelam phobia kucingku, dimana ketakutan akan kucing ini semakin menjadi-jadi.

prev Aku Takut Kucing Aku Takut Kucing
Katakutanku Akan Kucing Semakin Parah Katakutanku Akan Kucing Semakin Parah next