blog stats

Dampak Buruk Pedhofilia Terhadap Anak

Pernahkah anda mendengar tentang kata pedhofilia? Mungkin kata tersebut terdengar masih asing ditelinga anda. Pedhofilia merupakan sinonim dari kekerasan seksual pada anak. Mengapa dikatakan sinonim dari kekerasan seksual pada anak? Apa sebenarnya pedhofilia itu? Berbahayakah pedhofilia tersebut? temukan jawabannya dengan membaca artikel dampak buruk pedhofilia terhadap anak berikut ini.

Masa anak-anak adalah masa-masa dimana terciptanya suasana yang sangat menyenangkan. Anak-anak bebas bermain, berkreasi, dan penuh imajinasi. Masa depan mereka masih sangat panjang. Banyak cita-cita yang menjadi keinginan mereka dimasa depan. Tapi bayangan mereka akan masa depan yang indah harus hancur karena telah dirusak oleh para pedhofilia.

Pedhofilia merupakan salah satu perilaku menyimpang atau kelainan seksual berupa ketertarikan atau hasrat seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki usia remaja atau anak-anak dibawah umur. Umumnya, orang dengan pedofilia berusia di atas 16 tahun, baik pria maupun wanita. Sedangkan anak-anak yang menjadi korban pedofilia umumnya berusia 13 tahun atau lebih muda 5 tahun dibawahnya.

Tindakan Pedhofilia merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap anak, dimana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksualnya. Pedhofilia merupakan suatu bentuk pelecehan seksual atau kekerasan seksual terhadap anak.

Bentuk-bentuk pelecehan atau kekerasan seksual itu antara lain, meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual, memberikan paparan yang tidak senonoh dari alat kelamin pada anak, menampilkan pornografi pada anak, melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak, kontak fisik dengan alat kelamin anak, melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik, atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.

Dampak yang dapat ditimbulkan dari kekerasan seksual terhadap anak yang menjadi korban pedhofilia dapat berupa gangguan secara mental maupun fisik, dan hal tersebut dapat terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Gangguan secara fisik yang dialami anak adalah gangguan kesehatan. Ketika anak-anak dipaksa melakukan hubungan intim, itu akan menjadi siksaan yang luar biasa sakitnya. Sebab di usia mereka organ vital dan hormon belum tumbuh dan berkembang secara sempurna.

Terlebih lagi, sekarang banyak penyakit yang menular lewat hubungan kelamin, seperti HIV dan AIDS. Belum lagi jika sampai terjadi kehamilan. Pada usia anak dan remaja, kondisi sel-sel pada rahim belum matang, sehingga jika terjadi kehamilan, anak-anak akan menghadapi resiko kematian yang cukup tinggi bagi ibu dan janin.

Anak-anak korban pedofilia tentunya juga akan mengalami gangguan kejiwaan seperti depresi, gangguan stress pasca trauma, kegelisahan, kecemasan, yang tingkatnya bervariasi. Dalam keadaan tertentu, anak-anak akan mengalami trauma yang luar biasa. Dan trauma tersebut akan berakibat sangat buruk bagi kehidupan sosial dan intelektualnya.

Dan sebagaimana umumnya yang banyak terjadi, anak-anak korban pedofilia memiliki kecenderungan untuk tumbuh dengan kelainan seksual yang sejenis. Di masa mendatang, mereka bisa jadi melakukan hal yang sama sebagai bentuk balas dendam akan kepahitan yang mereka rasakan.

Dampak kekerasan seksual biasanya tidak berbeda jika ditinjau dari jenis kelamin anak. Namun, dampak akan terlihat berbeda jika ditinjau dari karakteristik kepribadian anak. Anak yang cenderung terbuka, mudah beradaptasi dan bermuatan energi positif akan cenderung lebih mudah pulih dari trauma mereka. Sedangkan anak-anak yang cenderung tertutup, sulit beradaptasi, bermuatan energi negatif dan sensitif akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan upaya yang lebih besar untuk pulih dari trauma mereka.

Selain karakteristik kepribadian, jenis kekerasan atau pelecehan seksual yang dialami juga memberikan dampak yang berbeda. Kekerasan atau pelecehan fisik biasanya meninggalkan trauma yang lebih besar dibandingkan kekerasan atau pelecehan verbal. Selain itu, frekuensi dan durasi terjadinya kekerasan atau pelecehan seksual juga berpengaruh terhadap dampak yang ditimbulkan. Semakin sering frekuensinya, atau semakin lama durasinya, maka trauma yang ditimbulkan pada anak juga semakin besar, dan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan.

Keadaan trauma yang ditimbulkan sebagai dampak dari kejadian pelecehan atau kekerasan seksual dapat terlihat dari perilaku korban. Seorang anak yang sedang dalam keadaan trauma biasanya menunjukkan hal-hal berikut :

  • Adanya penurunan derajat aktivitas
  • Penurunan minat sosialiasi
  • Mengalami mimpi buruk
  • Peningkatan perilaku cemas atau takut akan hal-hal yang sebelumnya tidak ia khawatirkan, bahkan kesulitan tidur.
  • Bunuh diri

Jika hal tersebut diatas tidak segera tertangani, maka anak tidak akan mampu menyesuaikan diri dan melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan usianya. Hal tersebut berdampak sangat besar dalam optimalisasi tumbuh kembang anak.

Pedofilia sendiri bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun kebanyakan penderita pedofilia adalah pria dengan kelainan seksual akibat traumatik masa lalu atau pria dengan gangguan kejiwaan yang gemar mencari variasi seksual.

Sayangnya sampai saat ini belum ditemukan obat secara medis yang bisa digunakan untuk mengatasi dan menghilangkan gangguan kejiwaan pedofilia. Namun beberapa terapi tertentu dapat mengurangi atau mencegah perilaku penderita pedofilia. Salah satu terapi yang direkomendasikan yaitu Terapi Binaural Beats - Normalizing Phedophilia.

Terapi Binaural Beats - Normalizing Phedophilia bekerja dengan memanfaatkan kekuatan otak manusia. Dimana saat menggunakan Terapi Binaural Beats - Normalizing Phedophilia ini, gelombang otak Anda akan diubah frekuensinya menuju frekuensi yang telah ditentukan sehingga Anda akan merasakan ketenangan dan rileksasi yang sangat dalam. Ketenangan dan rileksasi yang Anda dapatkan saat menggunakan terapi ini akan memudahkan Anda melepaskan semua masalah, gangguan dan dorongan seksual yang tidak lazim yang selama ini Anda rasakan.

Ditambah lagi dengan stimulus positif dari terapi ini serta visualisasi yang Anda lakukan saat menggunakan terapi ini, akan memudahkan Anda menghilangkan gangguan pedofilia dari dalam pikiran bawah sadar Anda. Karena pusat dari otak yang menggerakkan tubuh secara otomatis adalah pikiran bawah sadar. Saat Anda mampu menghilangkan gangguan pedofilia dari dalam pikiran bawah sadar Anda dan menggantikannya dengan kepribadian baru yang lebih positif maka gangguan pedofilia dapat Anda hilangkan.

Baca Juga :

Waspadai Pedhofilia Disekitar Anda

5 Langkah Dahsyat Mengatasi Trauma Pada Anak

Jurus Ampuh Mengatasi Kelainan Seksual Fetisisme

Cara Ampuh Mengobati Gangguan Kepribadian Narsistik

Hilangkan OCD Dengan Cara Hebat Ini!

Ketahui Macam-macam Gangguan Psikologis Kejiwaan Beserta Pengobatannya

Klaustrofobia : Penyebab, Gejala, dan Penyembuhan

Solusi Dahsyat Mengatasi Penyakit Schizofrenia

Kumpulan Artikel Psikologi