blog stats

Penyakit Skizofrenia – Penyebab, Tanda, dan Pengobatan

penyakit kejiwaan schizophrenia, gejala penyakit skizofrenia, terapi untuk skizofrenia, depresi pasca skizofrenia, skizofrenia tak terinci, penatalaksanaan skizofrenia, epidemiologi skizofrenia, pengobatan skizofrenia paranoid, penyakit mental skizofrenia, terapi skizofrenia paranoid, kekambuhan skizofrenia, obat herbal skizofrenia, apa itu penyakit schizophrenia, cara mengatasi skizofrenia, cara penyembuhan skizofrenia, cara menyembuhkan penyakit skizofrenia, ciri ciri penyakit skizofrenia,

penyakit schizophrenia,- Skizofrenia adalah bagian dari gangguan psikologis yang dimana penderitanya akan mengalami halusinasi, fantasi, delusi, pikiran tak tenang, dan, perilaku yang berubah. Akibatnya sang penderita akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan orang lain yang akan berakibat pada terganggunya aktivitas. Jika sudah semakin parah, penderita skizofrenia tidak ubahnya seperti penyakit gangguan kejiwaan yang berat. Itulah mengapa jika Anda merasa mengidap skizofrenia segera lakukan penangan sebelum terlambat.

Pada kesempatan kali ini, terapi psikologi akan membahas penyakit skizofrenia secara lengkap mulai dari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, serta tak lupa pengobatan. Simak saja ulasan lengkapnya dibawah ini.

Pengertian Skizofrenia

Skizofrenia berasal dari bahasa yunani skhizein (membelah) dan phren (ingatan) yang jika digabungkan menjadi ingatan yang terbelah. Meskipun begitu arti skizofrenia sangatlah berbeda dari hal tersebut, pengertian skizofrenia menurut para ahli adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami gangguan mental yang akhirnya berakibat pada melemahnya respon otak dan juga sistem saraf. Hal tersebut mengakibatkan orang tersebut mengalami halusinasi dan juga delusi.

Skizofrenia ini merupakan dalam kategori gangguan jiwa berat dan diderita lebih dari 24 juta orang dibumi ini. Penyakit mental schizophrenia ini dapat terjadi pada pria dan wanita dengan rentang usia sekitar 15-35 tahun. Mengingat ini adalah gangguan jiwa yang berat, akan lebih baik jika ditangani sedini mungkin sejak tanda dan gejala muncul agar tidak berkembang menjadi lebih parah. Selain itu skizofrenia juga dibagi dalam berbagai jenis tergantung gejala dan perilaku individu penderitanya, berikut ini adalah klasifikasi macam-macam skizofrenia tersebut:

- Skizofrenia Hebefrenik

Skizofrenia yang satu ini sering disebut dengan hebefrenia, menurut Maramis (2004) permulaannya perlahan-lahan dan sering timbul pada masa remaja atau antara 15–25 tahun. Gejala yang paling terlihat adalah gangguan proses berfikir, gangguan kemauan dan adanya depersonalisasi. Gangguan psikomotor seperti perilaku kekanak-kanakan sering terdapat pada jenis ini. Delusi dan halusinasi yang banyak sekali.

- Skizofrenia Katatonik

Skizofrenia yang satu ini sering disebut dengan hebefrenia katatonia, terjadi pada umur 15-30 tahun dan biasanya akut serta sering didahului oleh stres emosional. Mungkin terjadi gaduh gelisah katatonik atau stupor katatonik.

- Skizofrenia Simpleks

Skizofrenia yang satu ini sering timbul pertama kali pada masa pubertas. Gejala utama ialah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Gangguan proses berfikir biasanya sukar ditemukan. Waham dan halusinasi jarang sekali terjadi.

- Skizofrenia Paranoid

Skizofrenia paranoid ini berbeda dengan jenis skizofrenia yaitu dalam proses terjadinya skizofrenia itu sendiri. Jika pada jenis skizofrenia diatas terjadinya penyakit ditandai dengan sering lama-kelamaan menunjukkan gejala-gejala skizofrenia, pada skizofrenia paranoid prosesnya adalah konstan.

Penyebab Skizofrenia

Hingga sampai detik ini penyebab secara pasti skizofrenia masih belum diketahui, banyak sekali terjadi perdebatan tentang apa yang menjadi penyebab dari penyakit skizofrenia ini. Meskipun begitu banyak para ahli yang mengemukakan bahwa penyebab skizofrenia adalah hasil kolaborasi dari faktor biologis dan juga lingkungan. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah.

  • Genetika

Para ahli berpendapat bahwa genetika adalah salah satu penyebab skizofrenia, hal ini didukung dengan fakta bahwa orang tua yang mengalami skizofrenia akan melahirkan anak dengan presentasi kuat terkena skizofrenia juga.

  • Gangguan Pada Otak

Penyebab skizofrenia menurut para ahli adalah gangguan pada otak. Otak sebagai pusat kendali manusia jika mengalami gangguan pastilah akan menyebabkan fungsinya menjadi tak normal seperti fungsi kognitif dan impulsif. Gangguan pada otak ini biasanya diakibatkan oleh zat-zat kimiawi.

  • Stres

Stres yang diderita orang akan membebani otaknya, hal tersebut akan menyebabkan otak mengalami overload hingga dapat mengalami kerusakan yang dilanjutkan dengan skizofrenia. Beberapa hal yang dapat menyebabkan stres pada seseorang adalah pekerjaan, tekanan hidup, dan pasangan.

  • Trauma

Sama seperti stres, trauma yang membekas pada pikiran dan tidak bisa dihilangkan lama kelamaan akan mengakibatkan otak menjadi terganggu dan terjadilah skizofronia. Jika Anda mengalami stres dan trauma, segera atasi hal tersebut agar semakin tidak parah dan menimbulkan banyak penyakit lainnya.

  • Konsumsi Obat-Obatan Terlarang

Banyak sekali obat-obatan terlarang yang beredar dipasaran semacam narkoba, ganja, kokain, dan lain lain. Efek samping yang ditimbulkan jika mengkonsumsi hal tersebut biasanya akan membuat seseorang berhalusinasi dengan pikirannya sendiri, lama-kelamaan halusinasi tersebut akan semakin menjadi berat dan menjadi skizofrenia.

Tanda dan Gejala Skizofrenia

Banyak sekali gejala pada penyakit skizofrenia ini, salah satu contohnya adalah halusinasi dan juga delusi. Berikut ini adalah macam-macam tanda dan gejala dari penyakit skizofrenia, diantaranya adalah:

  • Mengalami perasaan untuk susah bersosialisasi dengan orang lain, serta merasakan lebih nyaman sendiri daripada berkumpul dengan orang banyak.
  • Lenyapnya Keinginan dan Motivasi untuk menjalin hubungan dengan orang lain,
  • Konsentrasi yang semakin lemah yang mengakibatkan sering tidak fokus terhadap sesuatu.
  • Berubahnya pola tidur dari semula baik menjadi buruk.
  • Mengalami halusinasi yang terlihat nyata padahal itu semu.
  • Delusi yang kuat seakan bahwa apa yang dilihat dan dilakukannya itu benar.
  • Mengalami perubahan perilaku yang berbalik 180 derajat bahkan sampai menyalahi norma, misalnya suka berteriak sendiri, memaki dan marah tanpa alasan , dan masih banyak lagi.

Pengobatan Penyakit Skizofrenia

Pengobatan terhadap penyakit skizofrenia dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara medis dan juga terapi. Secara medis, penderita akan diberi obat-obatan penenang yang berguna dalam mengatasi halusinasi dan juga delusi yang dialami. Namun, hal ini tentu tidak akan efektif karena hanya bersifat pencegahan saja. Untuk pengobatan yang lebih efektif, kami sarankan memakai terapi skizofrenia saja, karena akan langsung mengobati penderita pada pusatnya, dan memrogramnya agar mendapatkan kondisi yang lebih baik serta perlahan-lahan terlepas dari halusinasi dan sebagainya. Terapi penyakit skizofrenia tersebut adalah Terapi Otak Skizofrenia Treatment.

Kesembuhan pada penderita skizofrenia erat kaitannya dengan aktivitas gelombang otaknya. Terapi Otak Skizofrenia sendiri bekerja dengan metode memberikan stimulasi gelombang otak yang akan mengirimkan pesan subliminal padaotak Anda untuk menyembuhkan gangguan ini. Untuk mempercepat penyembuhan, damping Terapi Otak Skizofrenia ini dengan motivasi dan kegiatan-kegiatan positif.

Baca Juga :

Fedofilia - Penyebab, Gejala, dan Penyembuhan

Fetisisme Seksual - Tingkatan, Penyebab, dan Pengobatan

Kepribadian Anti Sosial : Penyebab, Ciri, dan Pengobatan

Klaustrofobia (Claustrophobia) : Penyebab, Gejala, dan Penyembuhan

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) : Penyebab, Ciri, dan Pengobatan

Tagged in : penyakit kejiwaan schizophrenia, gejala penyakit skizofrenia, terapi untuk skizofrenia, depresi pasca skizofrenia, skizofrenia tak terinci, penatalaksanaan skizofrenia, epidemiologi skizofrenia, pengobatan skizofrenia paranoid, penyakit mental skizofrenia, terapi skizofrenia paranoid, kekambuhan skizofrenia, obat herbal skizofrenia, apa itu penyakit schizophrenia, cara mengatasi skizofrenia, cara penyembuhan skizofrenia, cara menyembuhkan penyakit skizofrenia, ciri ciri penyakit skizofrenia,